SISTEM SANDI (CODING)
22 Februari 2010
4.1 Jenis – jenis Sandi
Dalam penyaluran data baik antar komputer yang sama pembuatannya maupun yang berlainan jenis dan modelnya ataupun dengan peralatan lain seperti terminal, printer dan sebagainy, data tersebut harus dimengerti baik oleh pihak pengirim maupun penerima. Penerima dapat memeriksa apakah data tersebut memenuhi syarat, yaitu tidak mengandung kesalahan. Untuk mencapai hal ini data harus dibuat sedemikian rupa hingga memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan bersama. Data harus dibuat bentuknya kedalam bentuk khusus yaitu bentuk sandi untuk komunikasi data.
Komputer umumnya mengirimkan atau menerima data dari dan ke memori atau periferalnya secara paralel. Cara ini tidak dapat dilakukan pada komunikasi data karena saluran komunikasi harganya mahal demikian pula pengoperasiannya. Oleh karena itu data umumnya disalurkan secara serial. Untuk memungkinkan adanya saling pengertian sistem sandi yang dipergunakan oleh pengirim haruslah diketahui oleh penerima.
Sandi yang tergantung dari interface atau hubungan yang kita kehendaki. Pada umumnya ASCII merupakan standar umum yang dipakai.
Suatu karakter dalam komunikasi data didefinisikan sebagai semua huruf, angka dan tanda-tanda khusus lainnya (misalnya: ”/”, ”;”, ”?”, dan lain – lain). Tiap-tiap karakter dalam komputer digambarkan dalam sejumlah bit yang mempunyai pola dengan aturan tertentu. Cara memberikan pola ini disbut coding. Satuan yang digunakan pada umumnya byte (8 bit). Satu karakter cepat terdiri atas 5,6,7, atau ssejumlah bit lain tergantung dari sitem coding yang dipilih. Coding terdiri didefinisikan sebagai penggambaran dari satu himpunan simbol menjadi himpunan simbol yang lain. Sitem coding utama dan banyak dipakai antara lain:
a. ASCII (Amerika Standard Code for Information Interchange)
b. Sandi Baudot Code ( CCITT Alfibet No.2/Telex Code)
c. Sandi 4 atau 8
d. BCD (Binary Coded Desimal)
e. EBCDIC
4.2 ASCII (American Standard Code For Information Interchange)
Hampir sama CCITT Alfabet No.5. Merupakan sandi 7 bit, dengan demikian ada 128 macam simbol yang dapat diberi sandi ini (bit ke-8 merupakan bit pariti). Sandi ini dapat dikatakan yang paling banyak dipakai oleh peralatan komunikasi data. Untuk transmisi asinkron tiap karakter terdiri atas 10 atau 11 bit.
1 bit awal
7 bit data
1 bit pariti
1 atau 2 bit akhir
Sandi Baudot Code (CCITT Alfabet No.2/Telex Code)
Terdiri atas 5 bit. Sehingga 32 macam karakter dapat diberi sandi. Dengan demikian diperlukan suatu cara sehingga semua abjad dan angka serta tanda khusus dapat diberi sandi. Untuk itu digunakan 2 sandi khusus yaitu ”LETTER” (11111) dan ”FIGURES” (11011) untuk menambah jumlah sandi. Bila sebuah sandi khusus telah dikirimkan maka sandi berikunya mengikutinya sampai dikirimkan sandi khusus lagi. Sandi baudot (Baudot code) dapat digunakan untuk 58 macam simbol (kombinasi sebenarnya memungkinkan pembentukan 64 macam sandi tetapi 4 karakter mempunyai sandi sama dan 2 sandi digunakan untuk tanda khusus tadi). Tiap karakter terdiri atas 1 bit awal, 5 bit data,1.42 bit akhir.
Sandi 4 atau 8
Sandi dari IBM dengan kombinasi yang diperbolehkan adalah 4 buah ”1” dan 4 buah ”0”. Hanya 70 karakter yang dapat diberi sandi. Transmisi asinkron membutuhkan 10 bit yaitu :
1 bit awal
8 bit data
1 bit akhir
BCD (Binary Coded Decimal)
Sandi dengan 6 bit. Kombinasi yang dapat digunakan sebagai sandi banyaknya 64. Transmisi asinkron membutuhkan 9 bit, yaitu :
1 stat bit awal
6 bit data
1 bit parity
1 bit akhir
EBCDIC
Sandi 8 bit untuk 256 karakter. Transmisi asinkron membutuhkan 11 bit, yaitu :
1 bit awal
8 bit data
1 bit parity
1 bit akhir
System sandi atau kode yang umum digunakan dalam komunikasi data ialah:
- ASCII
- EBCDIC
4.3 Karakter Data
Pada komunikasi data diadakan pertukaran informasi antara sumber dan penerima. Informasi yang dipertukarkan terdiri atas 2 grup (baik untuk ASCII maupun EBCDIC) yaitu karakter Data dan Karakter Kendali (Control Charakters).
Untuk melakukan encoding dari berita yang dikirimkan. Ada terminla yang hanya mengenal huruf besar saja, sehingga set untuk huruf kecil tidak dipakai. Tiap karakter mempunyai kombinasi yang unik, sehingga tidak akan terdapat salah penafsiran.
4.4 Karakter Kendali
Digunakan untuk mengendalikan transmisi data, bentuk (format) data, hubungan naluri data dan fungsi fisik terminal.
Karakter kendali dibedakan atas :
- Transmission control : mengendalikan data pada saluran.
- Format effectors : mengendalikan tata letak fisik informasi pada print-out atau tampilan layar.
- Device control : mengendalikan peralatan tambahan pada terminal.
- Information sparators : digunakan untuk mengelompokkan data secara logis.
4.5 Transmition Control
Digunakan untuk 2 macam tujuan :
• Membentuk berita dalam bentuk yang mudah dikenal yang dapat dilayani oleh penerima.
• Membentuk penyaluran data dalam jaringan.
4.6 Bentuk Berita (Message Format)
Bentuk berita tergantung pada sistem komunikasi yang dipilih. Isi atau informasi berita biasanya disebut teks. Kalau berita itu panjang terdapat kemungkinan bahwa berita tersebut di pecah-pecah dalam blok yang lebih kecil. Blok teks ini kemudian disalurkan melalui saluran transmisi ketempat tujuannya. Untuk mengenali dan mengetahui apa yang harus dilakukan dengan blok data yang diterima digunakan karakter trasmission control. Karakter trasmission control yang umum dikenal ialah :
- SOH : Start of Header
Digunakan sebagai karakter pertama yang menunjukkan bahwa karakter berikutnya ialah header.
- STX : Start of Text
Digunakan untuk mengakhiri header dan menunjukkan awal dari informasi atau teks.
- ETX : End of Text
Digunakan untuk mengakhri teks.
- EOT : End of Transmission
Untuk menyatakan bahwa transmisi dari teks baik satu ataupun lebih telah berakhir.
- ENQ : Enquiry
Untuk meminta agar remote station mengirimkan tanggapan. Tanggapannya dapat berubah identifikasinya atau status.
- ACK : Acknowladge
Untuk memberikan tanggapan positif ke pengirim dari penerima.
- NAK : Negative Acknowladge
Merupakan tanggapan negatif dari penerima ke pengirim.
- SYN : Synchronous
Digunakan dalam transmisi sinkron untuk menjaga atau memperoleh sinkronisasi antar peralatan terminal.
- ETB : End of Transmission Block
Digunakan untuk menyatakan akhir dari blok data yang ditransmisikan, bila berita di pecah menjadi beberapa blok.
- DLE : Data Link Escape
Mengubah arti karakter berikutnya. Hanya digunakan untuk lebih mengndalikan transmisi data.
Contoh :
1. Berita dengan hanya 1 blok
SOH HEADER STX TEXT ETX
2. Berita dengan beberapa blok
SOH HEADER STX TEXT ETB STX TEXT ETB STX TEXT ETX
Catatan :
1. HEADER :dapat berisikan informasi mengenai terminal, misalnya alamat, prioritas, tanggal, dan sebagainya.
2. Tidak semua sistem memerlukan ETB untuk berita yang terdiri atas beberapa blok. Sebagian ada yang menggunakan ETX sehingga dalam teks harus ada informasi yang dapat digunakan untuk merangkai berita atau informasi yang dikehedaki.
Format Effectors
BS ( back space) : menyebabkan print head atau kursor mundur satu posisi.
HT ( Horizontal Tabulation) : maju ke posisi yang telah ditentukan.
LF ( line Feed ) : maju satu baris (spasi).
VT (vertical tabulation) : maju beberapa baris (spasi).
FF (From Feed) : maju satu halaman (halama baru).
CR (carriage return) : print head atau kursor menuju keawal baris.
Device control
DC 1 sampai dengan DC 4 digunakan mengendalikan fungsi fisik terminal misalnya menghidupkan, mematikannya, dan lain-lain tergantung dari perancang.
Information Separator
Umumnya hierarki informasi ditentukan sebagau berikut :
- Unit Separator (US) : tiap unit informasi dipisahkan oleh US.
- Record Separator (RS) : tiap record terdiri atas beberapa unit dan dipisahkan oleh RS.
- Group Separator (GS) : beberapa record membentuk suatu group dan dipisahkan oleh GS.
- File Separator (FS) : beberapa group membentuk sebuah file yang dipisahkan oleh FS.
Dalam memberikan batas (delimiter) tidaklah harus menggunakan information separator, dapat juga karakter dan misalnya format effektor, dan lain-lain.
Sebagai contoh sandi Baudot menggunakan urutan karakter khusus untuk menandai suatu berita (Message framing) yaitu ZCZC untuk start of message dan NNNN untuk End of Message.
